Monday, May 23, 2016

Mengenal Beban Mati Primer dan Beban Mati Sekunder pada Jembatan

Beban mati adalah semua beban tetap yang berasal dari berat sendiri jembatan ataupun bagian-bagian jembatan yang ditinjau, termasuk segala unsur tambahan yang dianggap merupakan satu kesatuan tetap dengannya.Beban mati terdiri dari beban mati primer dan beban mati sekunder.
a.      Beban mati primer
       Beban mati primer merupakan semua beban tetap yang berasal dari berat sendiri jembatan atau bagian jembatan yang ditinjau, termasuk segala unsur tambahan yang dianggap merupakan satu kesatuan tetap dengannya. Adapun nilai berat isi untuk beban mati primer dapat dilihat pada tabel 2.2 berikut ini.
                          Tabel 2.1 Nilai berat isi untuk beban mati (Kg/m3)
No
Bahan
Berat/Satuan Isi (kN/m³)
Kecepatan Masa (kg/m³)
1
Aspal
22.00
2240
2
Beton Ringan
18.80-19.60
1250-2000
3
Beton
22.00-25.00
2240-2560
4
Beton Prategang
25.00-26.00
2560-2640
5
Beton Bertulang
23.50-25.50
2400-2600
6
Baja
77.00
7850
7
Air Murni
9.80
1000
Sumber: RSNI T – 02 – 2005
b.      Beban mati sekunder
Beban mati sekunder adalah beban mati yang terdiri dari berat kerb, trotoar, tiang sandaran dan lain-lain yang dipasang setelah pelat di cor. Beban tersebut dianggap terbagi merata di seluruh gelagar.
1.    Beban trotoar
Beban hidup yang bekerja pada trotoar adalah beban yang langsung memikul pejalan kaki. Beban ini direncanakan sebesar 5 kPa. Apabila trotoar memungkinkan digunakan untuk kendaraan ringan atau ternak, maka trotoar harus direncanakan untuk bisa memikul beban hidup terpusat sebesar 20 kN.
2.    Beban Kerb
Kerb yang terdapat pada tepi-tepi lantai kendaraan harus diperhitungkan untuk dapat menahan beban tumbukan arah menyilang sebesar  15 kn/m.
3.    Beban Sandaran
     Tiang-tiang sandaran pada setiap tepi trotoar harus diperhitungkan untuk menahan beban dalam arah menyilang dan vertical sebesar 0.75 kN/m.

No comments:

Post a Comment